Minggu, 19 April 2020

Perilaku Kontrol Diri



Pertemuan 1

Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan belajar mengajar selesai, peserta didik dapat :
1.  Menghayati dan mengamalkan materi Perilaku Kontrol Diri sebagai bentuk penghayatan dan pengamalan ajaran agama yang dianutnya
2.  Menguasai materi Perilaku Kontrol Diri dengan menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung-jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian materi Perilaku Kontrol Diri yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari materi Perilaku Kontrol Diri yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Anak-anak bagaimana kabar kalian hari ini?  semoga kalian semua dalam keadaan sehat wal'afiat, Berjumpa kembali dengan Bapak dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk materi kali kita akan bahas mengenai Perilaku Kontrol Diri.

Sebelum kita lanjut ke materi, mungkin di antara kalian ada yang sudah tahu apa itu Perilaku Kontrol Diri  (Mujahadah An-Nafs), nah untuk mengukur pengetahuan kalian tentang Perilaku Kontrol Diri Bapak sudah menyiapkan sebuah kuis, penasaran? langsung saja kalian bisa mengikuti Quizizz di bawah ini atau bisa juga kalian klik di sini:





Baiklah setelah mengikuti kuis tadi mungkin diantara kalian ada yang belum faham tentang Pengendalian Diri  (Mujahadah An-Nafs), untuk itu mari kita fahami kembali ringkasan materi berikut!

Apa itu Pengendalian Diri  (Mujahadah An-Nafs)?  Pengendalian diri atau kontrol diri (Mujāhadah an-Nafs) adalah menahan diri dari segala perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain, seperti sifat serakah atau tamak. Dalam literatur Islam, pengendalian diri dikenal dengan istilah aś-śaum, atau puasa. Puasa adalah salah satu sarana mengendalikan diri. Hal tersebut berdasarkan hadis Rasulullah saw. yang artinya: “Wahai golongan pemuda! Barangsiapa dari antaramu mampu menikah, hendaklah dia nikah, kerana yang demikian itu amat menundukkan pemandangan dan amat memelihara kehormatan, tetapi barangsiapa tidak mampu, maka hendaklah dia puasa, kerana (puasa) itu menahan nafsu baginya.” (H.R. Bukhari)

Dan Rasullullah SAW juga menerangkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:
  

 “Orang yang perkasa bukanlah orang yang menang dalam perkelahian, tetapi orang yang perkasa adalah orang yang mengendalikan dirinya ketika marah.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dan Allah juga telah memerintahkan kita umat muslim untuk melakukan Pengendalian Diri, sebagaimana yang terdapat pada Surat al-Hujurāt/49:12

 “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (Q.S. al-Hujurāt/49:12 )


Sekarang analisis beberapa contoh perilaku yang mencerminkan sikap pengendalian diri, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat sekitar, hingga masyarakat dunia.

Pengendalian Diri (Mujāhadah an-Nafs)
1. Bersabar dengan tidak membalas terhadap ejekan atau cemoohan teman yang tidak suka terhadap kamu.
2. Memaafkan kesalahan teman dan orang lain yang berbuat “aniaya” kepada kita.
3. Ikhlas terhadap segala bentuk cobaan dan musibah yang menimpa, dengan terus berupaya memperbaiki diri dan lingkungan.
4. Menjauhi sifat dengki atau iri hati kepada orang lain dengan tidak membalas kedengkian mereka kepada kita.
5. Mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah Swt. kepada kita, seta tidak merusak nikmat tersebut. Seperti menjaga lingkungan agar selalu bersih, menjaga tubuh dengan merawatnya, berolahraga, mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal, dan sebagainya.


Jadi, jelaslah bahwa pengendalian diri diperlukan oleh setiap manusia agar dirinya terjaga dari hal-hal yang dilarang oleh Allah Swt. Dapatkah kamu memberikan contoh perilaku yang menunjukkan sikap pengendalian diri? Diskusikan dengan teman-temanmu!

Setelah kalian membaca ringkasan materi diatas, untuk lebih memahami materi tersebut mari simak vidio berikut ini:




Bagaimana anak-anak apakah kalian sudah memahami apa yang disampaikan dari video tersebut? 

Jika ada pertanyaan mengenai materi ini kalian bisa tanyakan dikolam komentar ya.



Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman kalian tentang materi kita kali ini, jawablah pertanyaan pada google form berikut ini, bisa juga kalian klik di sini!





Untuk pembelajaran kali ini Bapak kira sudah cukup sampai disini, semoga kalian mendapatkan lmu yang bermanfaat dan sampai jumpa dipertemuan berikutnya.

والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 





15 komentar:

  1. Salam kenal. Bagus pak materinya .mangga berkunjung ke saya www.supadilah.com atau www.guruku7.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pak salam kenal juga dari saya, blok bapak sudah sangat bagus kalau menurut saya sebagai pemula. :-)

      Hapus
  2. pa Rohim, bagus blognya, itu yang evaluasi di googleform, bisa langsung dibuka di situ, atau bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, bisa udh saya coba evaluasinya, cuma ga tau tokennya,

      Hapus
    2. Ketika mengedit diblok dulu kata yang kita mau linkan lalu klik link baru masukan link google formnya bu yang sudah dibuat.

      Hapus
  3. Mantap, lengkap, pas ya untuk satu pertemuan... Keren punya...

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Terimakasih ibu, ini juga masih belajar. :-)

      Hapus
  5. Balasan
    1. Terima bu Asri mohon kritik dan sarannya 🙏🙏🙏

      Hapus
  6. Mantap pisan euy... Pak ohi. Aku diajarin dong🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih bu saja juga masih blm apa2 on proses pembelajaran 😅

      Hapus